Kisah Pencari Lowongan Kerja Bandung
Lowongan Kerja Bandung – Dahulu kala, ada sebuah desa yang sangat asri, dengan sungai sejernih embun pagi mengalir tepat di tengahnya. Desa ini terletak agak jauh di selatan gunung Tangkuban Perahu, dan dekat dengan perbatasan kota Bandung. Desa ini tidak memiliki nama, karena memang dari dulu, tidak ada yang tahu atau tidak ada yang mau memberi nama pada desa ini. Namun, karena penduduk desa ini sangat giat bekerja, maka oleh sebagian orang sering disebut desa Kerja Mukti.
Setiap pagi, seluruh penduduk desa serempak keluar tepat setelah ayam jantan selesai berkokok. Mereka, terutama para lelaki, berduyun-duyun pergi ke sawah yang terletak di pinggir desa. Dengan caping, cangkul, pengki, sabit, ani-ani, dan semangat yang mengalahkan sinar mentari pagi, mereka semua bulat tekad satu suara, bekerja. Ada yang menyemai benih, menabur pupuk, membabat rumput liar, menanam padi muda, dan lain-lain. Tujuan mereka juga hanya satu, untuk mempertahankan kepulan asap di dapur masing-masing.
“Udah mau panen, kang?” sapa lelaki paruh baya yang capingnya sengaja dikalungkan di punggungnya.
“Ah, iya nih, paling juga dua hari lagi,” jawab pemuda berkaus oblong putih dan celana yang digulung sedengkul. “Anaknya kamana, kang?”
“Itu si Ujang mah lagi di rumah, mau ke kota katana. Mau nyari lowongan kerja Bandung.”
“Wah, asyik atuh, bisa buat tambahan di rumah,” ujar pemuda itu lagi.
“Iya, biarin lah bapaknya nyawah, yang penting anaknya bisa bantu-bantu juga.”

Mencari Lowongan Kerja Bandung
Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh dan Ujang sudah rapi dengan setelan kemeja putih yang dikancing hingga leher dan celana bahan warna hitam. Ia terlihat memegang sebuah amplop besar berwarna cokelat yang berisi tumpukan CV dan surat lamaran. Ujang sudah siap melangkahkan kakinya keluar rumah sampai akhirnya ia dihentikan oleh panggilan ibunya.
“Jang, nyarap dulu atuh!” panggil ibunya dari arah dapur.
“Antos nya, di jalan aja nyarapna,” jawab Ujang.
“Yaudah, ati-ati ya, nak. Semoga sukses,” ujar ibunya mengantar langkah Ujang mencari lowongan kerja Bandung.
Ujang memang tipikal pemuda yang ambisius. Baru semalam ia melihat iklan lowongan kerja Bandung di TV, paginya sudah langsung siap tempur mencari kesuksesannya bekerja di kota Bandung. Setelah yakin akan kemampuan dirinya dan mendapat restu dari oranng tuanya, Ujang pagi itu terlihat mantap melangkahkan kakinya.
Memasuki kota Bandung, Ujang lantas menyambangi perusahaan yang akan ia lamar satu per satu. Tatapan matanya tajam penuh keyakinan seperti mata panah yang yakin akan mengenai sasarannya. Ketika sesi wawancara pun tanpa gugup ia mampu menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh HRD.
Setelah berkeliling kota Bandung dan melamar ke perusahaan sesuai dengan iklan lowongan kerja Bandung yang ia lihat, Ujang memutuskan untuk beristirahat sejenak di bawah pohon besar. Tidak sengaja ia melihat sebuah pamflet yang bertuliskan “WASPADA! Penipuan berkedok perusahaan yang membuka lowongan kerja Bandung kini merajalela. Bagi Anda para pencari kerja, harap waspada jika dimintai uang saat mendaftar.” Beruntung bagi Ujang, selama memasuki beberapa perusahaan tadi, ia tidak dimintai uang sepeser pun.
Penantian Lowongan Kerja Bandung
Sudah hampir seminggu berselang sejak Ujang memasukkan lamarannya ke beberapa perusahaan yang dia incar, tapi belum ada satupun yang memberikan kabar bahwa ia diterima. Namun, dengan kondisi seperti itu, Ujang tidak patah semangat, ia terus mencari iklan lowongan kerja Bandung di internet, koran, majalah, bahkan ia bertanya pada teman-temannya yang lebih dulu bekerja di Bandung tentang lowongan kerja Bandung yang masih buka.
Akhirnya penantian Ujang berbuah manis, ia diterima bekerja di sebuah perusahaan advertising sebagai staff marketing dari sebuah iklan Lowongan Kerja Bandung yang ia lihat di sebuah websiteonline recruitment nomor satu di Asia Pasifik.